Pages

Thursday, March 27, 2008

Pertarungan Suci

Aku akan menantangmu
Dalam sebuah pertarungan

Tidak memperebutkan sebuah tropi
Bukan juga soal menang-kalah
Apalagi harga diri
Jauh-jauh, jauh dari itu

Aku sama sekali tidak membencimu
Juga tiada sejumput dendam

Bagiku, ini soal laki-laki
Yang memiliki insting menaklukkan
Untuk mendapatkan kepuasan


Kemarin engkau telah memulainya
Menusukku dari belakang
Darah dan nanah telah mengucur dari seluruh pori tubuhku
Aku tak menyangka aku masih saja bernafas

Aku akan menantangmu
Dalam sebuah pertarungan

Hidup dan mati adalah taruhannya
Mungkin aku telah lolos dari maut kala itu
Tapi tak ada jaminan aku lolos kembali
Maka aku tidak akan memalingkan muka
Kuputuskan untuk menantangmu

Harapku, pertarungan ini menjadi pertarungan suci
Ketika garis itu sudah tiada maknanya
Kutegaskan lagi dengan darah yang akan mengucur lagi dari poriku

Seperti setiap pertarungan
Selalu ada pemenang dan pecundang
Tak kurisaukan soal itu

Aku akan menantangmu
Dalam sebuah pertarungan

Akan kau lihat siapa aku nanti dalam pertarungan itu
Aku pun akan melihatmu
Jangan ada lagi rasa iba
Atau kau khotbahi aku dengan norma-norma

Serang saja aku dengan sepenuh kekuatanmu
Dengan segala ilmu pengetahuan, bela dari yang kau punya
Sama seperti ketika engkau menyerangku waktu itu

Aku hampir saja kau buat mati
Namun kau lupa satu hal
Dan karena kealpaanmu kamu menjadi tampak sangat bodoh

Aku tak lagi menyebutmu orang yang kuhormati
Karena memberaki mukamu pun aku siap
Aku kini menjadi bumerang bagimu
Ingat bukan untuk membalas sebuah dendam

Hanya untuk sebuah penyucian
Tentang garis yang telah koyak
Dan tentang sebuah arti kelelakian

Tunggu tanggal mainnya
Hanya kau dan aku yang ada dalam arena itu
Dan sekarang akulah pemegang kendali pertarungan itu

Aku akan menantangmu
Dalam sebuah pertarungan

Dan kita berdua akan menjadi pusat
Semuanya akan melihat
Di sanalah kita berdua akan bersama dikenang
Sebagai pahlawan-pahlawan
Atau sebagai pecundang-pecundang

***

Untuk seseorang di sana. Yang telah memulai sebuah permaianan dan lupa menyudahinya. Kini aku terlibat dalam permainanan yang tidak kukehendaki sebelumnya. Tapi, begitu berharga pengalaman ini untuk kubuang sia-sia. Maka aku akan menantangmu. Satu-lawan-satu!
Post a Comment