Pages

Monday, September 10, 2007

Surat buat RAFA (ponakan pertama)

Hohoho...

Dalam beberapa hari ini, rasanya tidak ada lagi kegembiraan yang lebih tinggi dari kegembiraan mendengar kabar tentangmu Rafa... Apalagi, sudah sebulan rasanya kita sudah tak bersua ya....

Rafa, tentunya om-mu yang satu ini salah. Mengira kamu sudah pandai membaca, sehingga harus berkirim surat untuk menyampaikan rasa kegembiran ini. Tapi Rafa, aku yakin, papa-Mamamu akan membacakan untukmu. Dan aku yakin juga, kamu akan mengerti. Sorot matamu itulah yang meyakinkan aku...

Terima kasih ya Rafa, kamu telah meyakinkan aku akan cerahnya hari depan. Meyakinkan aku akan adanya keceriaan dan kebahagiaan. Dan yang terpenting Rafa, meyakinkan aku bahwa hidup itu sungguh sangat berharga dan patut dirayakan. Karena, jika saja, tidak ada kehidupan baru, untuk apa hidup ini harus dijalani...

Om-mu berjanji (sekarang dan seterusnya) akan bekerja untuk menyiapkan hari-hari depanmu. Supaya, penderitaan jangan terulang padamu. Cukup.. cukup papa-mamamu, om dan tantemu, serta kakek-nenekmumu saja yang harus mengecapnya. Salahkan kami Rafa, jika hidupmu sama seperti hidup kami dulu.

Tapi perayalah Rafa, papa-mamamu adalah orang-orang baik. Mereka bisa menjadi perantara yang baik untuk duniamu nanti.

Kalau sekarang Rafa sudah minum susu 120 ml sekali tenggak, mungkin itu masih sama dengan kemampuan papamu dulu. Tambah lagi Rafa... tambah lagi. Besok 2 kali lipatnya, lusa 4 kali lipatnya, dan seterusnya... Sampai minggu depan, kita bisa sama-sama main sepak bola, layang-layang, menyanyi, atau permaianan apapun yang kamu suka... Oke!!!

Rafa, ommu bekerja lagi ya... Nikmati dulu hari-hari pertama melihat cakrawala, mendengar kicau burung, dan merasakan balutan kasih ibunda. Tidurlah jika sudah mengantuk, papamu akan selalu menjagamu. Dan ketika matamu terbuka nanti, ommu akan datang membawa hadiah untukmu. Hanya untukmu Rafa, bukan untuk yang lain.

Hohoho...
Post a Comment