Pages

Monday, April 12, 2010

Bahagia dan Derita

Dulu itu hanya kata-kata
Seiring menggelindingnya roda-roda waktu
Semua sudah berputar, menjelama menjadi nyata
Tercecap sudah dalam jalintundan pengalaman bersama

Seolah saja
Ilalang kegetiran tumbuh subur
Sejumput kebencian membekas laksana bercak noda di atas kain mori
Kepasrahan menyergap bak duri tertancap
Kebencian naik menuju puncak-puncak gunung rasa
Emosi meluap dan menguap....

Dalam kesenduan seorang perempuan muda
Kemarin engkau datang
Sebuah tanya kau bawa
Dari negeri batas senja
"Adakah yang masih tersisa untukku?"

Ini bukan pertanyaan
Tapi dia adalah sepotong perasaan
Dari kedua manusia yang tergoda
Ingin merasa dan mengada dalam cinta
Yang katanya, di sana ada bahagia dan derita

Meskipun, jurang perbedaan menganga dan siap memangsa
Namun ada sebuah percaya
Justru di sanalah cinta berada

Dan dituliskanlah kata pertama, membangun sebuah cerita
Yang tak pernah diketahui babak akhirnya

Dalam laju putaran roda masa
Meliuk dan menukik
Sampai di dasar palungnya
Sakit
Rasanya, gundah di hati merumah selamanya

Dan engkau pun datang
Dalam kesenduan seorang perempuan muda
Yang justru dalam abu-abunya
Terterawang asli putihnya
Tertiup kembali angin harapan

Mengabarkan sebuah berita
Selesai sudah satu babaknya
Dalam sebuah dinamika
Lengkap dalam bahagia dan derita
Tekemas rapih dalam gulungan lontar asmara

Roda cinta berputar dalam porosnya
Kini rotasinya menanjak pelan
Terbalut dalam pelukan
Meninggalkan mata air air mata

Babak baru dimulai
Senyuman terkembang
Dalam genggaman temaram senja
Semua menjadi dewasa
Dan ingin membuah dalam karya-karya
Untuk manusia-manusia
Yang masih percaya kekuatan cinta

Di tempat dan waktu yang sama
Saat engkau pertama kali mengatakan IYA





Post a Comment